Editorial Note: This article is written with editorial review and topic relevance in mind.
Pasalnya, bank pada umumnya akan menerapkan skema kombinasi antara. Sistem bunga floating berjalan fleksibel mengikuti pergerakan suku bunga di pasar itu. Perubahan suku bunga ini membuat pembayaran cicilan menjadi dinamis.
Portion of Main Street in Buffalo closed for emergency shoring
Dalam menentukan bunga floating kpr, bank akan mengikuti indeks acuan tertentu, seperti tingkat pasar antar bank atau tingkat suku bunga bank yang berubah setiap waktunya. Akibatnya, besaran cicilan tiap bulan tidak sama karena pasar uang senantiasa berubah dari waktu. Ketika suku bunga acuan turun, cicilan kamu bisa lebih ringan.
Karakteristiknya berlawanan dengan fixed rate.
Namun, sudah tahukah apa perbedaan bunga bank tersebut?. Bagi yang pernah melakukan pinjaman di bank, pasti sudah tidak asing dengan bunga bank fixed dan bunga bank floating. Bunga fixed dan bunga floating termasuk jenis bunga bank yang paling umum ditemukan pada produk kpr (kredit pemilikan rumah). Dalam kpr, mayoritas bank tidak menerapkan sistem bunga floating pada keseluruhan cicilan nasabahnya.
Bunga floating adalah bunga kpr yang bergerak mengikuti kondisi pasar dan kebijakan internal bank. Berbeda dengan bunga fix yang dikunci di angka tertentu, floating bisa naik atau turun. Terdapat 2 jenis bunga yang dikenakan untuk debitur. Sebaliknya, saat suku bunga naik, cicilan juga.
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa pihak bank tidak bisa seenaknya mengatur besaran bunga floating, meskipun bunga floating diberlakukan untuk meraih keuntungan.